E-Book

Posted: March 19, 2012 in All about Biologi

Tidak dapat dipungkiri bahwa buku merupakan guru yang baik dalam kehidupan manusia. Bahkan ada juga yang menyebut “Buku adalah guru yang tidak pernah marah”, pasalnya walaupun dijinjing, diayun-ayukan, dilempar maupun dipijak-pijak ia tidak akan pernah membalas (mungkin karena benda mati ya? he…). Akan tetapi manfaat dari buku yang berupa ilmu tetap dapat kita ambil untuk kehidupan kita walaupun melakukan hal diatas. Akan tetapi kawan…. sebenarnya buku itu bukanlah benda fisik yang sering kita pegang setiap kuliah, tetapi ia adalah ilmu yang kita peroleh itu adalah beda.

Seiring dengan perkembangan teknologi buku, tidaklah lagi berbentuk kertas melainkan dalam bentuk digital eletronik yang terdiri dari gambar dan teks yang lebih dikenal dengan E-Book (electronic book).  Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf,jpeg, lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.

Dibawah ini ada beberapa buku elektronik, tapi bahasa Inggris (don’t afraid with english! he……)

ABC of Clinical Genetics – Helen M. Kingston.pdf
The Genomics Age How DNA Technology Is Transforming the Way We Live and Who We Are – Gina Smith.pdf
Schaum’s Outline of Theory and Problems of Genetics – William D. Stansfield.pdf
Culture Media for Food Microbiology.PDF
Essential Microbiolgy.pdf
Color Atlas of Medical Microbiology (Kayser, Thieme 2005).pdf
Benson’s Microbiological Applications Laboratory Manual in General Microbiology – Alfred E Brown.pdf
Genetics Principles And Analysis – Daniel L. Hartl.pdf
High-Yield Histology 2d ed – Ronald W Dudek.pdf
Carlile – The Fungi 2e (AP_ 2001).pdf
Animal Diversity 3rd Ed. – C. Hickman_ L. Roberts (McGraw_ 2002).pdf
Herpetology – An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles (gnv64).pdf

Mikrobiologi

Posted: March 19, 2012 in All about Biologi

Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, ilmu gizi, teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi.

Download File Kuliah Microbiology:

1 Sejarah&Ruang lingkup Mikrobiologi.pdf
1 Sejarah&Ruang lingkup Mikrobiologi.ppt
10 Bakteriofage.pdf
11 Simbiosis Mikrobia.pdf
2 Keanekaragaman Mikrobia 2.pdf
3 Nutrisi.pdf
4 Pertumbuhan Mikrobia.pdf
5 Metabolisme Heterotrof.pdf
6 Metabolisme Autotrof.pdf
7 Genetika Mikrobia.pdf
8 Regulasi.pdf
8a Metabolisme Heterotrof.ppt
8b Metabolisme Autotrof.ppt
9 Virus.pdf
Keanekaragaman mikrobia-tambahan.ppt
Kontrak belajar.pdf
Mikrobiologi Umum_Final_Minasari & Lista Unita Rasyid_bab 1.pdf
Mikrobiologi.pdf

t

Biologi Umum

Posted: March 18, 2012 in All about Biologi
Tags:

Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah “biologi” dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios (“hidup”) dan λόγος,logos (“lambang”, “ilmu”). Istilah “ilmu hayat” dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti “ilmu kehidupan“. Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya.
Berbagai cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Perbedaan-perbedaan dan pengelompokan berdasarkan ciri-ciri fisik kelompok organisme dipelajari dalam sistematika, yang di dalamnya mencakup pula taksonomi dan paleobiologi.
Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.

Silakan Download File Kuliah Biologi di link bawah ini:

4. Energi 1.ppt
5. Energi 2.ppt
Bagian2 Sel.ppt
BIOLOGI KONSERVASI.ppt
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis+transokasi asimilat.ppt
Fotosintesis.ppt

Sejarah Akuakultur

Posted: March 9, 2012 in All about Biologi
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUAKULTUR
SEJARAH AKUAKULTUR
Menurut naskah Cina kuno dari abad ke-5 SM menunjukkan bahwa budidaya telah dilakukan di Cina. Meskipun bukan sesuatu yang sangat mendatangkan keuntungan. Hieroglif Mesir menunjukkan Mesir dari Kerajaan Tengah (2052-1786 SM) berusaha membudidaya ikan secara intensif. Mengikuti jejak Mesir, Roma juga mengembangkan praktek akuakultur. Mereka diketahui telah membudidayakan kerang oysters. Budidaya yang ditetapkan oleh Roma adalah bentuk pertama dari akuakultur yang terus berkembang ke dalam beberapa bentuk atau lainnya yang lebih modern .
Semua bentuk awal budidaya sangat berbeda dengan  sebagian besar budidaya yang dilakukan saat ini. Perbedaan utamanya  adalah bahwa perikanan budidaya di zaman kuno, ikan yang dipelihara adalah ikan kecil yang diambil dari perairan. Tidak ada pembenihan. ikan terus dibiarkan bertumbuh dengan menciptakan lingkungan yang sesuai untuk petumbuhannya. Ikan mas, di Cina, ribuan tahun yang lalu dikumpulkan pada usia remaja dan dipindahkan ke kolam khusus tempat mereka tumbuh. Orang Mesir dan Roma membuktikan praktek ini tidak terbatas pada ikan mas tetapi digunakan dengan jenis lain seperti kerang dan makhluk lain lain yang mampu bertahan bila dipindahkan ke kolam budaya.
Budidaya ikan dalam bentuk modern pertama kali diperkenalkan pada tahun 1733 ketika seorang petani Jerman berhasil mengumpulkan telur ikan, dibuahi, dan kemudian tumbuh dan memelihara ikan yang menetas. Untuk melakukan hal ini, jantan dan betina ikan  trout disatukan dalam satu tempat ketika siap untuk pemijahan. Telur dan sperma dikeluarkan  dari tubuh mereka dan dimasukkan dalam tempat yang kondisinya menguntungkan. Benih  dibawa ke tank atau kolam di mana mereka dibudidayakan. Awalnya ini budidaya ikan terbatas pada ikan air tawar. Pada abad ke-20 teknik-teknik yang baru telah dikembangkan dan  berhasil mengembang biakan spesies laut.
Sebagian  ilmuwan telah mempelajari lebih lanjut tentang siklus kehidupan ikan budidaya dan rangsangan yang mendorong pengembangannya, petani ikan terus mengembangkan teknik mereka untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas pembangunan perikanan tersebut. faktor-faktor yang penting bagi petani ikan tujuan komersial adalah stimulus yang mendorong pertumbuhan, pematangan seksual, dan reproduksi. kemajuan terbaru lainnya termasuk pengendalian penyakit dan imunologi. Untuk sebagian besar sejarah modern akuakultur, hanya ikan-ikan  mewah seperti salmon dan udang. Namun pada saat ini budidaya telah memungkinkan untuk berbagai ikan dengan mempertimbangkan biaya budidaya yang efektif dan efisien.
PERKEMBANGAN AKUAKULTUR
Akuakultur merupakan kegiatan pemeliharaan hewan pada air tawar, payau dan air laut, adalah salah satu kegiatan yang mendorong kemajuan ekonomi Amerika Serikat. Secara umum produksi budidaya ikan dan karang telah berkembang dengan sangat cepat sejak tahun 1992. Masyarakat Amerika yakin bahwa akuakutur akan mengurangi tekanan terhadap perikanan samudra.
Agrikultur sejak tahun 1987 mengalami peningkatan penjualan sebanyak tiga kali lipat hingga tahun 1992. Berdasarkan data terakhir pada sensus pada tahun 1998, industri akuakultur di amerika serikat mencapai hampir 1 milyar USD (agalternative.aers.psu.edu).
Produksi domestik akuakultur juga memperlihatkan adanya peningkatan (Harvey, 2003). Perkembangan Akuakultur diharapkan dapat menyediakan berbagai jenis ikan dan kerang-kerangan. Selain untuk pemenuhan makanan hasil laut, produk akuakultur juga dapat bersaing dengan produk impor. Di Louisiana, bisnis akuakultur dari produksi hasil laut melibatkan ratusan produsen dan mendukung keterlibatan pihak lain seperti transportasi, pengolahan, pemasaran dan distribusi, Produksi makanan dan umpan dari akauakultur juga merupakan penyedia keuntungan ekonomi yang subtansif bagi masyarakat pedesaan di Louisiana (BMPS, 2003). Produk akuakultur dapat di pasarkan oleh petani melalui penjualan eceran, petani pasar, pos, supermarket, order perusahaan dan melalui perantara penjualan. Beberapa produsen berkembang juga menjual produknya melalui warung makan bahkan internet. Pembuatan kolam pemancingan juga merupakan kesempatan investasi yang sempurna di Amerika Serikat, pembayaran biaya pemancingan dengan cepat melampui kemampuan pemilik usaha untuk menyediakan ikan sehingga harus disuplai dari kegiatan akuakultur.
Sekarang di Amerika Serikat , produksi akuakultur untuk spesies air tawar perkembangannya jauh lebih cepat bila di bandingkan dengan produksi marine kultur.
Akuakultur saat ini menjadi kegiatan ekonomi yang penting dan saat ini menghadapi kendala yang penting yang mampu menimbulkan kerugian ekonomis yang besar, permasalahan itu adalah penyakit yang disebabkan bakteri pathogen. Di awal perkembangan akuakultur upaya yang dilakukan adalah menggunakan antibiotik sebagai upaya kemoterapi untuk menghilangkan penyakit. Hal ini dipraktekkan secara intensif di awal-awal perkembangan akuakultur bahkan penggunaannya berlebihan. Peningkatan penggunaan antibiotik pada akuakultur malah diikuti oleh bertambahnya penyakit patogenik dan seringkali hal ini sekarang dikaitkan dengan meningkatnya resistensi bakteri patogen terhadap bahan kimia (antibiotik). Kekhawatiran pun muncul dari aplikasi antibiotik pada ikan konsumsi terhadap manusia. Dari berbagai sumber ilmiah disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik (seperti Quinolone, Tetracycline dll.) menyebabkan mutasi kromosom pathogen atau akuisisi plasmid.Berbagai solusi diupayakan antara lain vaksinasi, teknologi budidaya yang lebih baik, code of practices, best management practices dan lain sebagainya, tentunya membawa dampak positif pada perkembangan akuakultur. Penggunaan probiotik yang bekerja melalui mekanisme tertentu untuk melawan pathogen, saat ini dipandang sebagai langkah alternatif. Beberapa tahun terakhir probiotik yang sudah biasa digunakan pada manusia dan binatang mulai diaplikasikan kepada bidang akuakultur (Gatesoupe, 1999; Gomez-Gil et al., 2000; Verschuere et al., 2000; Irianto and Austin, 2002; Bache`re, 2003).Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan secara singkat prinsip dan mekanisme kerja probiotik.Istilah probiotik ditujukan terhadap bakteri yang mendukung kesehatan organisme lain. Probiotik sendiri dapat ditemukan di alam, diisolasi dan diidentifikasi serta diteliti sifat antagonistik terhadap pathogen secara in vitro. Ada beberapa mekanisme aksi terhadap bakteri pathogen yang dapat dijelaskan antara lain kompetisi eksklusif terhadap bakteri pathogen (contoh: Pseudomonas I2 terhadap beberapa vibrio pathogen udang) , sebagai sumber nutrien dan kontribusi enzim pada pencernaan ikan (contoh: Clostridium sp.), penyerapan material organik yang dimediasi oleh probiotik, serta meningkatnya immunitas ikan terhadap pathogen. Beberapa kandidat probiotik menunjukkan efek antivirus walaupun mekanisme kerja probiotik ini belum jelas akan tetapi eksperimen lab menunjukkan bahwa inaktivasi virus dapat dimediasi oleh substansi kimiawi dan biologis yang diekstrak dari algae maupun extra celullar agent dari bakteri. Beberapa strain Pseudomonas sp., Vibrio sp. dan Aeromonas sp. yang diisolasi dari hatchery salmon menunjukkan aktivitas antiviral terhadap virus IHNV dari salmon (Kamei, et. al. 1988). Sangat penting untuk mengetahui mekanisme kerja probiotik dalam menentukan kriteria untuk probiotik yang berguna untuk mencegah berkembangnya pathogen. Studi yang mendalam masih harus terus dikaji antara lain pengaruh probiotik secara in vivo, pengembangan teknologi molekular untuk seleksi probiotik dan juga untuk lebih memahami kinerja, komposisi dan fungsi dari probiotik
Budidaya/aquakultur yang berlokasi di daerah pesisir sangat berhubungan dengan kondisi tata ruang, sosial budaya, keamanan dan ekonomi masyarakat pesisir tersebut. Oleh karena itu pendekatan pemecahan masalah pedu digarap secara terintegrasi. Pada saat itu sudah waktunya untuk melaksanakan pendekatan dan isu bagi pembangunan budidaya yang lestari dan bertanggungjawab melihat kenyataan bahwa produksi udang di tanah air menurun drastis akibat dari kesalahan pengelolaan. Para pengusaha tambak udang mulai meninggalkan lahannya begitu saja karena menderita rugi terus menerus.
Pemahaman terhadap budidaya yang berkelanjutan perlu dikumandangkan di berbagai pihak, pemerintah perlu menetapkan tindakan tindakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan peraturan yang berkenaan dengan pengelolaan kawasan pesisir. Pendekatan yang seimbang dan terinformasi dapat dilakukan untuk memusatkan isu-isu perhatian terhadap konsep pembangunan budidaya yang berwawasan lingkunagn dan bertanggungjawab. Penyiapan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan budidaya berkelanjutan adalah merupakan tangungjawab bersama, baik pemerintah berikut lembaga-lembaganya, para ilmuwan sosisl dan pengetahuan alam. Media massa, lembaga keuangan, kelompok kepentingan khusus termasuk asosiasi sosial dan sektor swasta produsen budidaya, pabrik serta penyedia masukan, pengolah dan pedagang akuakultur.
PENGEMBANGAN AKUAKULTUR INDONESIA
Pada abad 21 ini Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan bahwa Perikanan Budidaya (Akuakultur) menjadi salah satu sektor andalan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dan penciptaan lapangan kerja.  Data statistik FAO tahun 2008 menunjukkan bahwa produksi akuakultur sudah mencapai 47% dari total produksi perikanan dunia, bahkan pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari setengah ikan yang dikonsumsi oleh manusia di dunia akan disediakan oleh industri akuakultur. FAO juga menyatakan bahwa sebagai sumber protein hewani yang bernutrisi tinggi, akuakultur telah memiliki peran yang sangat penting dalam memperbaiki keamanan pangan, meningkatkan standar nutrisi, dan mengentaskan kemiskinan. Indonesia memiliki potensi SDA di bidang perikanan budidaya yang besar yang merupakan keunggulan komparitif dibanding negara lainnya. Selain itu, sebagai negara tropis yang dapat berproduksi sepanjang tahun, Indonesia juga memiliki ribuan jenis biota akuatik berupa ikan, udang, kerang, rumput laut dan sebagainya dengan karakter masing-masing yang khas.  Karakteristik produk kegiatan akuakultur dapat berupa ikan konsumsi, bahan baku industri, dan ikan hias (ornamental fishes).
Selanjutnya FAO menyatakan bahwa salah satu tantangan perkembangan akuakultur adalah meningkatkan produksi ikan melalui kegiatan budidaya untuk menggantikan penurunan produksi perikanan tangkap.  Upaya ini mememiliki kendala ilmu pengetahuan (knowledge constraint) yang merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Departemen Budidaya Perairan (BDP). Selain harus menghasilkan SDM, departemen BDP juga harus menghasilkan iptek untuk memecahkan masalah tertsebut.  Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan  (FPIK), Institut Pertanian Bogor (IPB), memiliki mandat mengembangkan ilmu, teknologi dan manajemen perikanan budidaya air tawar, payau dan laut; mencakup ikan, tumbuhan air dan organisme air lainnya (biota akuatik) yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian Departemen BDP merupakan departemen yang kompeten dan bertanggung jawab terhadap perkembangan teknologi dan pengembangan SDM di bidang perikanan budidaya di Indonesia.   Dalam mengimplementasikan mandat dan tugas yang diembannya, di bidang pendidikan Departemen BDP merancang program pendidikan baik untuk program sarjana (S1) maupun pasca sarjana (S2/S3) yang dapat menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan akuakultur sesuai dengan tuntutan jaman.  Selain itu, departemen juga memiliki perhatian yang serius untuk berperan aktif dalam mengakselerasi pembangunan dan pengembangan bidang Perikanan Budidaya bersama stake holder (swasta, instansi pemerintah dan perguruan tinggi) secara sinergis.  Hal ini juga secara langsung merupakan wahana yang baik dalam mengekspresikan profesionalisme para staf dengan keahlian yang dimilikinya. Ruang lingkup pengembangan ilmu dan teknologi akuakultur tersebut meliputi 5 laboratorium/bagian yaitu: a) Bagian Teknik Produksi dan Manajemen Akuakultur, b). Bagian Reproduksi dan Genetika Organisme Akuatik, c) Bagian Nutrisi Ikan, d) Bagian Kesehatan Organisme Akuatik, e) Bagian Lingkungan Akuakultur.
Dalam memacu perkembangan akuakultur di Indonesia maka salah satu upaya yang dilakukan oleh Pusat Riset Perikanan Budidaya bekerjasama dengan UPT Riset Perikanan Budidaya, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan adalah dengan mengadakan kegiatan
Meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk dunia dewasa ini telah menyebabkan meningkatnya konsumsi ikan oleh masyarakat dunia (termasuk Indonesia).  Data tahun 2007 menunjukkan bahwa konsumsi ikan penduduk Indonesia rata-rata 26 kg/kapita/tahun. Dewasa ini akuakultur merupakan sektor penghasil pangan yang tercepat pertumbuhannya di dunia, dengan laju pertumbuhan sekitar 11% per tahun. Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan usaha akuakultur, baik air tawar, air payau maupun laut yang sampai saat ini pemanfaatan potensi tersebut masih kecil. Bila potensi ini dapat dimanfaat secara optimal maka akuakultur akan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi andalan bagi bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah terus melakukan upaya-upaya yang memacu perkembangan usaha akuakultur, antara lain melalui pengembangan teknologi akuakultur tepat guna, pengembangan sistem usaha akuakultur serta penerapan peraturan dan kebijakan yang mendukung pengembangan akuakultur. Agar pembangunan akuakultur yang berdaya saing, berkeadilan dan berkelanjutan dapat diwujudkan maka harus didukung oleh berbagai pihak dalam memanfaatkan potensi sumberdaya tersebut.
Dalam memacu perkembangan akuakultur di Indonesia maka salah satu upaya yang dilakukan oleh Pusat Riset Perikanan Budidaya bekerjasama dengan UPT Riset Perikanan Budidaya, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan adalah dengan mengadakan kegiatan.
Kegiatan ini merupakan media untuk menyampaikan hasil pengembangan teknologi akuakultur tepat guna kepada para pengguna/pembudidaya serta membangun komunikasi antara penghasil teknologi dan pelaku usaha akuakultur di Indonesia.
Masa Depan Budidaya
Akuakultur akan terus menjadi salah satu metode yang paling layak untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan populasi dunia, namun tantangan untuk mempertahankan profitabilitas dan keserasian lingkungan yang menakutkan. Pertumbuhan budidaya telah didorong oleh pemerintah bersemangat awalnya hanya untuk keberhasilan ekonomi, tetapi banyak pemerintah sudah mulai menerapkan pedoman peraturan ketat menangani isu-isu lingkungan dan sosial untuk menjamin keberlanjutan. Di Amerika Serikat, perikanan budidaya berada di bawah pengawasan dekat dari Badan Perlindungan Lingkungan, Food and Drug Administration, National Layanan Kelautan Perikanan, Amerika Serikat Departemen Pertanian dan instansi pemerintah berbagai lingkungan dan kelompok-kelompok lokal. Kanada juga telah mengembangkan pedoman yang ketat untuk menjaga kesehatan lingkungan, dan Brazil, Malaysia, Sri Lanka dan orang lain memiliki semua membuat kemajuan dalam pembentukan kerangka hukum dan peraturan yang mulai memiliki dampak positif pada pengembangan akuakultur.
Meskipun kemajuan seperti itu, masih ada negara-negara produsen utama perikanan budidaya yang tidak memiliki kerangka kerja hukum dan kebijakan yang tepat untuk budidaya. Semua untuk, pemerintah sering gagal memberikan dukungan ekonomi, hukum, dan sosial yang dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dimana pemerintah pada awalnya bagian integral pembangunan, kontraksi keterlibatan pemerintah sekarang lazim, sehingga privatisasi meningkat dan konflik sosial yang sesuai. Sementara isu-isu sosial yang terkenal keras, masalah kualitas air tidak. Teknologi baru seperti sistem sirkulasi dan lepas pantai menjanjikan untuk mengurangi dampak dari akuakultur terhadap lingkungan sekitarnya, tetapi banyak negara tidak dapat mengambil keuntungan dari inovasi ini mahal. Teknologi saja tidak dapat menentukan pendekatan untuk kesinambungan, pengembangan akuakultur harus beradaptasi dengan kebutuhan dan kapasitas negara-negara berkembang. Secara politis, produksi pangan akan tetap menjadi prioritas utama, dan akuakultur akan terus tumbuh. Model harus dikembangkan dengan jelas memprediksi apakah manfaat sosial-ekonomi perikanan budidaya yang sepadan dengan biaya lingkungan.

Satuan Acara Perkuliahan

 

Kode / Nama Mata Kuliah                   : BIO-  / Bioteknologi Tumbuhan                                        Revisi ke                      :   1

Satuan Kredit Semester                       : 2        SKS                                                                                         Tgl revisi                   :   Februari 2010

Jml Jam kuliah dalam seminggu      : 100     Menit                                                                            Tgl mulai berlaku         :   Februari 2010

Dosen penyusun/revisi :   Pilkeska Hiranurpika, M.Si

Jml Jam kegiatan laboratorium       : –         Menit                                                                Penanggungjawab Keilmuan : Arifah Khusnuryani, M.Si

Ranah integrasi-interkoneksi            :    –   Filosofi

–      Materi Agama Islam

–      Strategi : menanamkan nilai-nilai islam seperti jujur, tekun, dan teliti dalam pembelajaran dan aplikasinya untuk mata kuliah bioteknologi tumbuhan

Matakuliah pendukung Integrasi-Interkoneksi  :         1. Genetika

2. Rekayasa Genetika

3. Pengantar Bioteknologi

4. Bioetika

Deskripsi Umum Mata kuliah     : Matakuliah ini mempelajari pengenalan bioteknologi tumbuhan, teknik yang digunakan dan aplikasi dari

                                                  perkembangan teknologi yang meliputi produk-produk bioteknologi tumbuhan ditambah pengayaan wawasan

mahasiswa tentang global warming dan dugaan teori konspirasi tanaman transgenik melalui telaah buku.

Standar Kompetensi                 : Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa mampu mengetahui dan memahami perkembangan teknologi masa

                                                 depan terutama di bidang bioteknologi tumbuhan serta melihatnya dari berbagai sisi

Pengetahuan

40   %

Pemahaman

30   %

Penerapan

   %

Analisa

30   %

Sintesa

   %

Evaluasi

   %

Level Taksonomi                         :                                 :

 

 

 

 

Pertemuan ke :

Tema

Indikator

Pokok bahasan/ Materi

Aktifitas Pembelajaran

Referensi

1. Bioteknologi tumbuhan, pengertian dan ragamnya Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan bioteknologi tumbuhan, aplikasi dan kegunaannya – definisi dan pemahaman

– pengelompokan bioteknologi tumbuhan

Ceramah

Active learning

Diskusi

Yuwono T

Bahan pendukung lain

2. Kontroversi aplikasi bioteknologi tumbuhan Mahasiswa mampu memahami alasan pro kontra masyarakat terhadap produk bioteknologi Simulasi Diskusi

Presentasi

3 Metode cryopreservation sebagai sarana reservasi Mahasiswa menjelaskan tentang teknologi penyimpanan untuk perlindungan tanaman Teknologi penyimpanan dengan cryopreservation Ceramah

Active learning:

Diskusi ; contoh kasus

4. Berbagai  teknik dalam transfer gen Mahasiswa menjelaskan teknik-teknik yang umum digunakan untuk transfer gen Teknik-teknik dalam transfer gen Ceramah

Active learning

Diskusi

5. Teknik Kultur Tanaman in Vitro Mahasiswa mengetahui pengertian kultur jaringan dan mengetahui teknik yang digunakan dalam proses kultur jaringan Pengertian Kultur Jaringan dan Teknik Kultur Jaringan Ceramah

Active learning

Diskusi

6. Agrobacterium tumefaciens sebagai agen transfer genetik Mahasiswa mengetahui mekanisme transfer gen pada tanaman pada Agrobacterium tumefaciens Mekanisme transfer gen pada Agrobacterium tumefaciens Ceramah

Active learning

Diskusi

7. Pendalaman materi Mahasiswa dapat menjelaskan kembali materi yang telah diperoleh Evaluasi materi Presentasi
8. Berbagai aplikasi Tanaman Transgenik Mahasiswa mengetahui berbagai aplikasi tanaman transgenik Perkembangan dan aplikasi tanaman transgenik Ceramah

Active learning

Diskusi

9. Mahasiswa mengetahui produk Golden Rice dan Jagung Transgenik Mahasiswa menjelaskan perkembangan bioteknologi tumbuhan pada tanaman padi dan jagung Produk bioteknologi : Golden Rice Ceramah

Active learning

Diskusi

10 Global warming dan pengaruhnya Mahasiswa mampu memahami penyebab, dampak global warming dan kaitannya dengan tanaman transgenik Diskusi buku Global warming dan perubahan cuaca Active learning
11 Bioremediasi Mahasiswa mampu memahami manfaat bioremediasi menggunakan tanaman transgenik Manfaat tanaman transgenik untuk bioremediasi Ceramah

Active learning

Diskusi

12 Molecular farming Mahasiswa dapat memanfaatkan bioremediasi dan perkembangan molecular farming Manfaat tanaman transgenik bagi kesehatan melalui molecular farming Ceramah

Active learning

Diskusi

13 Diskusi buku biopiracy Mahasiswa mengetahui praktek biopiracy dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati Praktek biopiracy dan pengkaplingan daya cipta manusia Active learning

Diskusi

14 Evaluasi Mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mengembangkan secara luas tentang materi kuliah yang telah diperoleh Presentasi inovasi aplikasi produk bioteknologi tumbuhan Presentasi

Komposisi Penilaian Teori               :

Aspek Penilaian

Prosentase

Hasil Ujian Akhir Semester

  30 %

Hasil Ujian Tengah Semester

  30 %

Tugas Mandiri

  10 %

Keaktifan Mahasiswa

 10%

Komponen lain (jika ada)

  20 %

Total

100 %

Daftar Referensi :

– Yuwono T. 2008. Bioteknologi Pertanian. Cetakan kedua. Gadjah Mada University Press

– Rusbiantoro D. 2008. Global Warming for Beginner. Cetakan I. O2 Panembahan Press

– Widyamartaya a, Santoso B (penerjemah). 2004. Kapling-kapling Daya Cipta Manusia (Enclosures of The Mind). Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas

– Bahan pendukung lainnya yang diambil dari berbagai sumber

Disusun oleh :

Diperiksa oleh :

Disahkan oleh :

Pilkeska Hiranurpika, M.Si

………………………………

Penanggungjawab Keilmuan

Arifah Khusnuryani, M.Si

………………………………

Ketua Jurusan/

Program Studi

Arifah Khusnuryani, M.Si

……………………………………

Dekan

Dra. Maizer Said Nahdi, M.Si

………………………………………

Satuan Acara Perkuliahan

Kode / Nama Mata Kuliah            : BIO- /Biologi Sel Molekuler    Revisi ke            : 2

Satuan Kredit Semester             : 3    SKS                             Tgl revisi            : Agustus 2009

Jml Jam kuliah dalam seminggu    : 150    Menit                       Tgl mulai berlaku : September 2009

                                                Dosen penyusun/revisi : Pilkeska Hiranurpika, M.Si

Jml Jam kegiatan laboratorium    :-    Menit                     Penanggungjawab Keilmuan : Arifah Khusnuryani, M.Si

Ranah integrasi-interkoneksi     : – Filosofi

  • Materi Agama Islam
  • Strategi : menanamkan nilai-nilai islam seperti jujur, tekun, dan teliti dalam pembelajaran dan aplikasinya untuk mata kuliah Biologi Sel Molekuler Read the rest of this entry »

Aside  —  Posted: October 19, 2011 in All about Biologi, Biologi Sel & Molekuler